Pencerah Hati

Ikhtisar untuk Menuju Hidup yang Lebih Baik

Berpikir Positif

Posted by abunaufal pada 26 September, 2006

Sumber: Radio Smart FM

19 Oktober 2005

Ada seorang wanita peserta pelatihan “Manajemen” yang selalu menutupi tangannya dengan sapu tangan karena ada bekas luka bakar yang sepintas mirip penderita kusta.
Setiap orang yang bertemu dia, ketika di lift, di kantor, atau bahkan di tempat umum sekalipun, selalu saja memperhatikan tangannya dan kemudian berusaha untuk menjauhinya, karena menduga itu adalah bekas penyakit kusta. Padahal sebenarnya bekas luka itu adalah akibat terkena bom Mariot (nama salah satu hotel di Jakarta) beberapa waktu yang lalu.
Hal ini tentu saja membuat dia semakin menderita dalam hidupnya. Dia merasa dikucilkan dan tidak punya semangat hidup lagi.
Tetapi pada suatu malam, dia merenungkan hal ini, dan berdoa kepada Tuhan
agar diberi jalan keluar untuk memulihkan kepercayaan dirinya.
Akhirnya dia mendapatkan ide untuk mengubah persepsi negatif selama ini, menjadi persepsi positif. Ketika dia bertemu orang yang pasti akan memperhatikan tangannya, dia langsung menyapa,” Selamat pagi Pak, Bu. Luka bakar di tangan saya ini adalah bekas terkena bom Mariot beberapa waktu yang lalu …..”. Dan …, apa yang terjadi? Orang-orang yang tadinya melihat dia dengan jijik, berubah menjadi terharu. Orang-orang yang dulu tidak dikenalnya, kini bahkan menjadi teman akrabnya.
Demikianlah, persepsi positif yang kita buat, akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik.

Hal ini identik dengan sebuah cerita humor tentang seorang Ibu yang mempunyai 2 orang anak, 1 perempuan, dan 1 laki-laki. Yang perempuan berjualan payung, sedangkan yang laki-laki berjualan es.
Setiap hari Ibu itu selalu menangisi nasib anaknya. Ketika musim hujan, dia menangisi anaknya yang berjualan es, karena dagangannya tidak “laku”.
Demikian juga, ketika musim kemarau tiba, si Ibu menangisi anak perempuannya, karena payungnya tidak “terjual”. Hingga pada suatu saat, si Ibu bertemu dengan seseorang yang mengatakan,” Kenapa Ibu selalu menangisi anak Ibu dengan berpikir seperti itu? Tidakkah lebih baik Ibu berpikir ketika musim hujan tiba, pikirkanlah anak Ibu yang perempuan, karena dagannya sangat laris. Dan ketika musim kemarau, pikirkanlah anak Ibu yang berjualan es, karena esnya laku keras.
Ajaib. Dengan mengubah pola pikir dari negatif menjadi positif, si Ibu akhirnya bisa melalui hari-harinya dengan bahagia, dan menjadikannya hidup lebih bersemangat.

3 Tanggapan to “Berpikir Positif”

  1. galuh said

    siapa yang diperlakukan tidak adil didunia kelak bisa menuntut keadilan pada allah diakhirat. allahu akbar

  2. nda said

    butuh hati yang kuat,,, innallah ma’ana

  3. Melly said

    syukron Ya Allah..hati saya bisa terketuk setelah membaca Web pencerah hati ini…irhamna …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: